Tutorial Mikrotik: Backup
Tampilkan postingan dengan label Backup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backup. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2017

AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

Melakukan backup konfigurasi Mikrotik secara rutin bisa mengurangi resiko downtime yang lama karena harus konfig ulang router ketika terjadi masalah pada router tersebut. Setidaknya jika router rusak, atau RouterOS nya corrupt, kita tidak perlu repot-repot lagi ngonfig dari awal. Tinggal restore saja konfigurasi nya dari file backup yang sudah disimpan sebelumnya.

Namun masalahnya kadang kita terlalu malas untuk sekedar melakukan backup konfigurasi dan menyimpan nya. Sama malasnya seperti saya yang harus me-manage puluhan Router Mikrotik. Capek kalau harus backup konfig satu per satu, hehe :D. 

Sebenarnya pada Tutorial Mikrotik sebelumnya sudah pernah saya bahas tentang :

Tutorial Mikrotik kali ini merupakan pengembangan dari tutorial tersebut, dimana file backup dan export yang sudah di generate bukan dikirimkan ke Email, namun di upload ke Folder di FTP Server secara otomatis dan terjadwal. Sehingga file backup & export yang di upload ke FTP akan tersusun rapi, mudah ditemukan, dan cepat bisa digunakan. Contoh nya seperti ini :


Oke cukup sudah dongeng sebelum tidurnya, kebanyakan baca prolog ntar malah jadi ngantuk :p mari kita langsung saja bahas caranya. Disini kita akan manfaatkan Tool Fetch Mikrotik untuk melakukan proses upload file. Selain itu kita juga akan gunakan Script & Scheduler untuk otomasi nya.

Tutorial Cara AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

1. Pastikan kita punya akses ke FTP Server untuk membuat direktori lokasi upload file backup.

2. Login via Winbox Mikrotik --> Pastikan Mikrotik nya sudah bisa ping ke FTP Server.

3. Buat Script Auto Backup Mikrotik. Masuk ke menu System --> Scripts --> Tambahkan Script baru --> Beri nama autobackup --> pada kolom Source isikan :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/export file=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
Contoh nya seperti gambar berikut :


Script ini jika di run akan men-generate file backup (.backup) dan file export (.rsc) dengan format penamaan yang mudah dikenali.


4. Buat Script lagi untuk proses upload file backup. Disini kita akan buat dua script terpisah untuk proses upload file .backup dan .rsc. Untuk script upload file backup beri nama uploadbackup --> Script source nya sebagai berikut :
:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".backup");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes
Silakan ubah data yang ditandai kuning dengan data Anda sendiri. Contoh nya sebagai berikut :


5. Script ini dibuat untuk proses upload file export (.rsc) --> Beri nama uploadrsc --> Isikan Source dengan script berikut :

:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".rsc");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes

Contoh nya seperti gambar berikut ini :


6. Selanjutnya kita coba Run kedua Script upload tersebut. Coba cek pada folder tujuan upload di FTP Server. Jika konfigurasi script sudah benar, seharusnya akan muncul file .backup dan .rsc seperti gambar berikut ini :

Jika belum muncul file backup nya, silakan cek lagi data pada script nya. Pastikan username dan password FTP nya punya hak akses Permission Read/Write (RW) pada folder tujuan upload. 

7. Sekarang saatnya mambuat penjadwalan, sehingga script tersebut bisa dijalankan secara otomatis dan terjadwal. Kita gunakan Scheduler, masuk ke menu System --> Scheduler --> buat 3 scheduler  baru untuk masing-masing script yang sudah kita buat.

Disini saya contohkan untuk membuat script dijalankan secara otomatis pada 01 Maret 2017 dengan interval 30 hari, jadi script ini akan berjalan mulai tanggal 1 Maret 2017 dan akan jalan otomatis tiap 30 hari.

Pastikan ketiga script tersebut tidak diekseskusi secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Dahulukan script autobackup, baru kemudian script uploadbackup dan uploadrsc. Contoh konfigurasi nya silakan lihat gambar berikut :

Nah, sekarang tinggal konfig Router Mikrotik lainnya untuk auto backup ke FTP Server juga. Gak masalah capek konfig di awal, asal kedepanya gak capek tiap bulan ngumpulin file backup satu per satu :D.

Minggu, 25 September 2016

Cara Mudah Memindahkan Konfigurasi Mikrotik ke Perangkat Mikrotik Lain

Memindahkan konfigurasi Mikrotik ke perangkat Mikrotik lain yang beda tipe nya karena ingin meng-upgrade RouterBoard Mikrotik ke spesifikasi yang lebih tinggi. Mungkin Anda pernah mengalami hal tersebut, ketika Router Mikrotik Anda sudah mulai kewalahan untuk meladeni traffic yang semakin besar dan jumlah user yang semakin berkembang.

Meng-upgrade RouterBoard Mikrotik dengan perangkat yang spesifikasinya lebih tinggi merupakan langkah jitu untuk mengkatkan performa jaringan. Misalnya Anda menggunakan Mikrotik RB450G yang digunakan sebagai Hotspot Server, sudah mulai kewalahan dan sering hang karena resource tinggi. Sehingga Anda mau mengganti RB450G menjadi RB1100AHx2 yang memiliki spesifikasi lebih tinggi.

Permasalahan muncul ketika Anda hendak memindahkan konfigurasi pada RB450G ke RB1100AHx2. Karena Anda tidak bisa serta merta melakukan System Backup pada RB450G dan Restore backup tersebut ke RB1100AHx2, karena secara tipe perangkat sudah berbeda, jumlah dan penamaan port juga sudah beda. Tapi jika anda nekat melakukan restore konfigursi dari file backup tersebut, hasilnya RB1100AHx2 tidak akan bekerja dengan baik, bahkan bisa jadi RB nya tidak bisa digunakan sama sekali.

Sebagai contoh, saya coba restore file backup dari Mikrotik RB1100 ke Mikrotik Cloud Core Router (CCR) 1016. Hasilnya, konfigurasi berhasil di restore, namun setelah reboot pada Penampil LCD Mikrotik CCR-1016 mentok di Starting Services. Walaupun masih bisa saya remote via Mac-Address di Winbox, tapi setingan hasil restore nya jadi kacau dan tidak sama persis seperti yang ada di RB1100. 

Mikrotik CCR Starting Service Freeze after restore configuration
Restore konfigurasi dari RB1100 ke CCR-1016 mentok di status Starting Services
 
Jadi intinya, kita tidak bisa melakukan restore konfigurasi antar Mikrotik yang berbeda tipe secara langsung dari file backup.
Untuk penjelasan Cara Backup dan Restore Konfigurasi Mikrotik bisa Anda baca disini :

Bagaimana Cara Memindahkan Konfigurasi Mikrotik ke Perangkat Mikrotik Lain yang beda tipe?

Caranya Adalah dengan menggunakan fitur Export/Import pada Mikrotik.

Bagaimana Cara melakukan Export/Import konfigurasi Mikrotik?
Sudah pernah saya bahas caranya disini :

Jadi, cara untuk melakukan pemindahan konfigurasi dari satu Mikrotik ke Mikrotik lain yang beda tipe bisa dilakukan menggunakan fitur Export pada Mikrotik.

Yang perlu diperhatikan saat export konfigurasi ini adalah, pastikan versi RouterOS antar Mikrotik sama. Misal RB1100 saya pakai ROS versi 6.37, pada CCR-1016 nya juga gunakan ROS versi 6.37. Hal ini diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya error pada proses export/import konfigurasi.

Minggu, 12 April 2015

Cara Kirim Backup Mikrotik Otomatis via Email

File Backup Mikrotik adalah salah satu file penting yang wajib kita perhatikan. File ini berisi seluruh konfigurasi Mikrotik, yang dapat menyelamatkan kita ketika perangkat Mikrotik rusak  atau tiba-tiba error minta di reset.

Coba bayangkan saja ketika tiba-tiba mikrotik rusak atau error dan harus di reset, namun kita tidak punya backup konfigurasi nya. Udah gitu kita juga lupa atau ga paham konfigurasi sebelumnya. Kalau hal ini terjadi bisa gawat kan?

Hal tersebut lah yang juga saya antisipasi, karena ada puluhan perangkat Mikrotik yang saya kelola dan ada beberapa yang mulai rusak dan diganti. Dengan perangkat sebanyak itu kalau harus konfig ulang satu per satu kan repot juga, belum lagi konfig sebelum nya juga lupa-lupa ingat :p.

Nah, karena hal itulah saya coba buat sistem gimana caranya Mikrotik bisa Backup konfigurasi secara otomatis kemudian file backup tersebut dikirimkan ke email saya secara otomatis tiap minggu nya. Sebenarnya pada artikel sebelumnya juga sudah pernah dibahas soal ini, tapi tidak sampai kirim email secara otomatis. Jadi Tutorial Mikrotik kali ini adalah pengembangan dari artikel sebelumnya tentang : Auto Backup Konfigurasi Mikrotik dengan Script dan Scheduler

Masih sama seperti artikel tersebut, disini saya masih menggunakan Script dan Scheduler, namun dengan penggunaan Script yang lebih complex.
Oke, sebelum kita mulai tutorial Cara Kirim Backup Mikrotik Otomatis via Email, pastikan hal-hal berikut sudah terpenuhi :

1. Mikrotik RouterOS sudah di-upgrade ke versi terbaru (paling tidak RouterOS versi 6)


2. Setingan Jam (Clock) Mikrotik sudah tepat (Bisa gunakan NTP Server)



4. Nama Identitas Mikrotik (System --> Identity) jelas

5. Punya 2 akun email Gmail

Jika hal-hal tersebut di atas sudah terpenuhi, mari kita lanjutkan ke tutorial Cara Kirim Backup Mikrotik Otomatis via Email nya :

1. Login ke Mikrotik via Winbox, Masuk ke menu System --> Script --> tambahkan script baru dengan nama autobackup --> Centang Semu Policy --> Pada kolom Source masukkan command berikut :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);


2. Tambahkan script lagi dengan nama kirimbackup dengan command :
:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/tool e-mail send to="EMAILTUJUANANDA@gmail.com" subject=("MIKROTIK" . "-" . [/system identity get name] . \
" Backup") from=EMAILENGIRIMANDA@gmail.com file=$backupname body=("Ini Adalah e-mail otomatis untuk mengirim backup Mikrotikl! Dikirim pada hari ini " .\ ([/system clock get date]).\ " pukul".\ ([/system clock get time]))
Silakan anda dapat mengganti text yang berwarna merah dengan email anda, dan text yang berwarna biru dengan isi pesan email. 


3. Masuk ke Menu System --> Scheduler --> tambahkan Scheduler baru untuk script autobackup. Parameter waktu dan interval nya silakan anda sesuaikan sendiri. Disini saya contohkan untuk melakukan backup tiap 7 hari pada pukul 20.01 WITA yang dimulai sejak 18 Desember 2014.


4. Tambahkan lagi scheduler untuk script kirimbackup


5. Sekarang kita coba jalankan kedua script nya


6. Untuk melihat script nya jalan apa tidak, buka Files. Jika ada file backup dengan format nama BACKUP-IDENTITY-TANGGAL.backup berarti script autobackup berhasil.


7. Cek apakah script kirimbackup berhasil dieksekusi. Login ke email Gmail penerima, cek di inbox apakah ada email masuk yang isinya file backup Mikrotik.


8. Anda bisa ulangi proses di atas untuk perangkat Mikrotik lainnya, sehingga semua perangkat Mikrotik anda dapat mengirim file backup secara rutin dan otomatis ke email anda.


Oke, cukup sekian Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini. Semoga bermanfaat :)

Rabu, 12 Maret 2014

Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik

Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik hampir sama dengan melakukan backup & restore seperti yang sudah pernah saya bahas disini :  

Bedanya Export - Import dengan Backup - Restore :
1. File hasil backup tidak bisa dibuka di notepad PC, sedangkan file hasil export bisa.
2. File hasil export berisi script konfigurasi/setingan Mikrotik yang dapat langsung di copy-paste dan dieksekusi di terminal Mikrotik.

Jadi, fitur Export ini dapat digunakan untuk melihat konfigurasi Mikrotik dalam bentuk script (command line). File ini juga bisa digunakan untuk import konfigurasi Mikrotik, sama halnya dengan fungsi Backup - Restore Mikrotik.

Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik sebagai berikut :
1. Buka terminal  masukkan command berikut :
export file=namafile
Ganti namafile sesuai keinginan anda.


Selain itu kita juga bisa melakukan export untuk konfigurasi spesifik, misal mau export konfigurasi firewall saja jadi command nya gini :
ip firewall export file=namafile
2. Hasil file export nya tersimpan di file, coba lihat dengan command 
file print

3. Untuk meng-copy file konfigurasi tersebut, buka menu file --> pilih file konfigurasi mana saja yang mau di-copy --> klik tombol copy di toolbar --> masuk ke folder Windows Explorer --> Paste di folder mana terserah anda.


4. Extensi file export ini adalah .rsc. Kita bisa membuka file ini dengan notepad.



5. Jika ingin meng-import file konfigurasi ini buka terminal --> ketikkan command :
import file-name=namafile

Oke, demikianlah tutorial mikrotik tentang Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik.
Semoga bermanfaat :)