Tutorial Mikrotik: Bridging
Tampilkan postingan dengan label Bridging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bridging. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2016

Cara Setting Mikrotik Bridge Indihome Speedy

Melakukan dial PPPoE Indihome dan Speedy di Mikrotik memiliki kelebihan tersendiri dari dial langsung dari modem nya telkom. Seperti yang kita ketahui bersama, jika kita langganan internet dari Telkom baik Speedy maupun Indihome, kita akan dikasih modem dengan merk Huawei, TP-Link, atau ZTE untuk dial koneksi PPPoE Client (Point-to-Point Protocol over Ethernet). Beberapa manfaat dial pppoe indihome dan speedy di Mikrotik yaitu bisa menambahkan firewall sehingga lebih aman dari hacker dan serangan net cut, Mikrotik bisa di remote via Internet, Manajemen user dan koneksi jadi lebih mudah dan banyak fitur lainnya yang bisa kita gunakan di Mikrotik.

Pada Tutorial Mikrotik kali ini saya contohkan menggunakan modem indihome GPON ZTE F660 atau F609, dan Modem GPON Huawei HG8245A. Jadi sebelum kita setting mikrotik nya, kita harus setting modem nya dulu supaya bisa bridge dengan Mikrotik.

Cara Setting Bridge Modem Indihome ZTE F660 dan F609


1. Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa Modem GPON ZTE F660 dan F609 indihome ini default nya tidak bisa diseting bridge karena belum ada konfigurasi di sisi Optical Network Terminal (ONT) nya. Untuk setting bridge modem nya harus koordinasi dengan pihak Telkom, agar teknisi nya melakukan konfigurasi bridge pada Optical Line Terminal (OLT).

2. Jika sudah di setting bridge, kita tinggal cek ada di port mana bridge nya. Caranya dengan mengkoneksikan ke laptop/PC dan coba dial PPPoE nya dari laptop/PC. Port yang bisa digunakan untuk dial itulah yang sudah diset Bridge. 

3. Selanjutnya, matikan DHCP Server pada port bridge tersebut supaya bisa dilakukan dial di Router Mikrotik nya. Masuk ke menu Network - LAN - DHCP port service, berikan tanda centang pada LAN yang dikonfigurasi sebagai bridge --> klik Submit.


4. Sekarang Modem Indihome GPON ZTE ZTE F660 atau F609 sudah bridge dan bisa dial PPPoE di Mikrotik.


Cara Setting Bridge Modem Indihome Huawei HG8245A


1. Setting bridge Modem Indihome Huawei HG8245A lebih mudah dari ZTE F660, karena tidak perlu bantuan setting dari pihak telkom di sisi OLT. Kita bisa langsung setting di sisi ONT langsung di modem nya.

2. Login ke modem Indihome Huawei HG8245A, bisa dengan 
Username : telecomadmin 
Password : admintelecom



3. Masuk ke tab WAN --> Pilih INTERNET_B_xxx --> pada WAN mode Pilih Bridge WAN --> Pada opsi binding options pilih port LAN yang digunakan, misal LAN3 --> klik Apply --> Restart Modem nya.


4. Sampai disini kita sudah membuat bridge Modem GPON Huawei HG8245A Indihome pada port LAN3.

Nah, sekarang kita lanjut ke konfigurasi Mikrotik nya. Disini saya contohkan menggunakan Mikrotik RB951G-2HnD. Intinya setingannya sama saja untuk Mikrotik lainnya, jika Anda pakai RB750 atau yang lain juga tidak masalah.

Cara Setting Mikrotik Bridge Indihome Speedy 

1. Koneksikan Mikrotik dengan modem GPON Indihome nya menggunakan kabel LAN. Silakan colokkan di port 3 modem dan port berapapun di Mikrotik misal port 1. 

2. Login ke Mikrotik menggunakan Winbox Mikrotik. Silakan Download Winbox Mikrotik dulu jika belum punya.

3. Tambahkan interface PPPoE Client, bisa melalui menu Interface ataupun PPP. Pada tab General, beri nama interface nya pada kolom Name -> Pilih Interface yang konek ke modem, misal ether 1


Masuk ke tab Dial Out : Masukkan username dan password indihome speedy nya di kolom User dan Password --> Klik OK


4. Buat rule Firewall NAT Masquerade. Masuk ke menu IP --> Firewall --> Masuk ke tab NAT --> tambahkan rule baru --> Chain pilih srcnat --> Out Interface pilih interface pppoe nya


Masuk ke tab Action, pada kolom Action pilih masquerade --> OK


5. Kemudian Setting DNS Mikrotik nya. Silakan baca disini : Cara Konfigurasi DNS Server Mikrotik

6. Setelah setting DNS nya, kita coba ping dari Terminal Mikrotik nya. Harusnya sudah bisa reply. 


7. Jika belum bisa, coba cek pppoe nya running ga, dan dia dapat IP address apa gak. Cek ke menu IP --> Address. Cek juga routing nya di IP --> Route, pastikan ada tabel routing ke 0.0.0.0/0 dan gateway nya IP gateway dari pppoe nya. 

8. Kita bisa tambahkan konfigurasi lainnya, seperti Bandwidth management, Firewall, atau buat Hotspot Mikrotik juga bisa. Silakan Anda kembangkan sendiri.

Cukup sekian dulu Tutorial Mikrotik tentang Cara Setting Bridge Modem Indihome ZTE F660 dan F609, Cara Setting Bridge Modem Indihome Huawei HG8245A, dan Cara Setting Mikrotik Bridge Indihome Speedy. Silakan Anda coba dan terapkan di Modem Indihome Speedy Anda.

Sabtu, 05 Maret 2016

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pertanyaan ini mungkin muncul ketika kita ingin membuat beberapa interface pada mikrotik untuk menjadi satu segment. Ada beberapa pilihan cara yang bisa kita gunakan, diantaranya yaitu bisa menggunakan teknik Bridging atau menggunakan Switching memanfaatkan mode Master port dan Slave Port. Keduanya memberikan hasil yang seakan sama, namun sebenarnya ada perbedaan nya.

Switching Master/Slave Port

 

Konfigurasi Switching Master/Slave Port menggunakan chip khusus switching yang tertanam pada RouterBoard, sehingga tidak membebani CPU. Mikrotik tidak akan mendapatkan beban terlalu besar dari switching pada CPU nya walaupun traffik yang lewat sangat tinggi. Ilustrasinya seperti pada gambar di atas. Dari gambar ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa eth2 bertindak sebagai Master Port dan eth3-5 sebagai Slave Port yang menggunakan switching chip.

Kemampuan Port Switching ini berbeda-beda untuk tiap switching chip yang tertanam pada RouterBoard. 

Bridging Port

 

Dengan melakukan bridging, kita bisa menggabungkan beberapa interface yang berbeda menjadi satu segmant misalnya interface ethernet dengan wireless, dimana hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan metode Switcing Master/Slave port. Selain itu dengan bridging kita bisa menerapkan firewall filter rule, dimana pada switching tidak bisa dilakukan, kecuali pada Mikrotik Cloud Router Switch (CRS).



Dengan menggunakan bridge kita dapat menanggulangi network loop dengan mudah, yakni menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

Jadi pada intinya kedua metode tersebut sama saja, hanya bedanya pada kecepatan vs fitur. Kalau spesifikasi mikrotik anda sudah tinggi, dan traffic gak terlalu besar, bisa pakai bridge saja. Tapi jika sebaliknya mendingan pakai switching.

Minggu, 13 Juli 2014

Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid

Transparent Bridge Mikrotik dapat digunakan untuk menembak/menangkap sinyal WiFi dari tempat lain dengan jarak tertentu. Seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya, tutorial kali ini adalah pengembangan dari tutorial tentang : Tutorial Menangkap/Menembak Sinyal Wifi/Hotspot Menggunakan Mikrotik .

Pengembangan pada tutorial kali ini adalah pada penggunaan kedua perangkat Mikrotik sebagai Transparent Bridge Mikrotik. Sehingga akan ada dua transparent bridge mikrotik yang digunakan untuk menghubungkan client ke sumber internet. Hal ini akan membuat client seolah-olah langsung terkoneksi ke sumber internet tanpa melalui Mikrotik, yang ditandai dengan IP Address yang didapatkan oleh client secara otomatis satu jaringan dengan IP Router sumber internet. Double Transparent Bridge Mikrotik ini bisa juga disebut sebagai Repeater Sinyal WiFi.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat topologi berikut :



Karena client seakan-akan terkoneksi secara langsung ke sumber internet tanpa melalui Mikrotik, maka trik ini dapat digunakan untuk menembak sinyal Hotspot, seperti Hotspot Mikrotik, Hotspot WifiId, dan Wifi lain yang harus muncul halaman login dulu sebelum bisa internetan. Udah tau kan bedanya WiFi internet sharing sama Hotspot? Kalo belum baca ini ya :  Perbedaan WiFi internet sharing dan Hotspot.

Pada Topologi di gambar di atas, saya menggunakan dua buah Mikrotik yaitu Mikrotik SXTG-2HnD dan Mikrotik RB751U-2HnD. Sebenarnya pakai satu Mikrotik saja juga sudah bisa. Namun jika hanya menggunakan satu Mikrotik, maka koneksi ke client hanya bisa menggunakan kabel (bukan wireless). Karena Mikrotik SXTG hanya punya 1 interfece wireless dan 1 interface ether (LAN). Kecuali kita menggunakan Mikrotik yang punya dua interface Wireless, 1 sebagai penerima sinyal dan 1 nya sebagai penyebar sinyal, jadi client bisa konek via WiFi dengan hanya satu Mikrotik. Oleh sebab itulah saya menggunakan dua Mikrotik sebagai Double Transparent Bridge.

Oke cukup sudah penjelasan nya. Selanjutnya kita langsung bahas Cara membuat Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid :

Pastikan anda sudah membaca Tutorial Menangkap/Menembak Sinyal Wifi/Hotspot Menggunakan Mikrotik sampai bagian Pemasangan Mikrotik. Untuk Seting Mikrotik nya akan kita bahas disini :

Setting Mikrotik 1 : SXTG-2HnD

Ini adalah Mikrotik yang menembak/menangkap sinyal WiFi jarak jauh.
 
2. Masuk ke menu Interface. 
Disini hanya ada 2 interface (Wireless & Ether), dan kita akan menambahkan 1 interface Bridge


3. Untuk membuat Bridge, masuk ke menu Bridge --> Tambahkan interface bridge dengan klik tombol + --> Kita bisa beri nama Bridge nya --> Klik Ok


4. Masuk ke tab Ports --> Tambah kan port di bridge nya dengan interface ether1 dan wlan1 --> klik tombol + --> pilih interface yang mau dimasukkan (ether1) --> Ok --> Tambahkan lagi untuk wlan1 nya.


5. Setting Interface Wireless Mikrotik. 
Masuk ke menu Wireless --> dobel klik wlan1 --> Masuk tab Wireless --> Pilih Mode : station pseudobridge --> Klik Scan untuk men-scan sinyal WiFi


6. Pilih sinyal Wifi yang mau dikoneksikan. Disini saya koneksi ke Router Cisco Linksys di Kantor saya. Klik Connect.


7. Cek status koneksi apakah sinyal yang diterima bagus apa ga. 
Masuk ke tab Registration --> Dobel klik interface wlan1 --> Masuk tab Signal --> Disini dapat dilihat kualitas sinyal, SNR, CCQ, dll.
Note : 
- Signal Strength nilainya semakin mendekati 0 semakin bagus (-50dB lebih bagus dari -90dB)
- SNR (Signal to Noise Ratio) dan CCQ  (Client Connection Quality) nilainya semakin besar semakin bagus


8. Karena ini Transparent Bridge maka IP Address tidak perlu diseting/tidak perlu diberi IP Address.


Sampai disini konfigurasi Mikrotik 1 : SXTG-2HnD sudah selesai.

Setting Mikrotik 2 : RB751U-2HnD

Ini adalah Mikrotik yang meneruskan sinyal WiFi yang ditangkap oleh Mikrotik 1 dan disebarkan ke client melalui sinyal WiFi.
1. Semua setingannya hampir sama seperti konfigurasi Mikrotik 1 : SXTG-2HnD. Yang berbeda hanya di setingan wireless nya.


2. Setting Wireless Mikrotik sebagai AP Bridge. 
Masuk menu Wireless -->


Pilih Mode Wireless nya : AP Bridge
Pilih Frequency, Masukkan SSID.

3. Coba koneksikan Client ke Mikrotik ini.


4. Cek IP Address Client.
Jika setingan kedua Mikrotik sudah benar, maka client akan mendapatkan IP Address langsung dari Router Linksys.


5. Cek Ping ke IP gateway. Lihat Response time nya. Kalau response time nya lama >100ms bisa jadi kualitas sinyal nya kurang bagus.
Cek ping juga ke google.com untuk memeriksa koneksi internet.


6. Coba browsing web menggunakan web browser. Kalo sudah bisa berarti setingan sudah Oke.



Oya, mungkin tutorial ini sedikit menyimpang dari judulnya ya Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid. Karena disekitar tempat tinggal saya tidak ada sinyal hotspot maupun wifiid jadi tidak bisa diimplementasikan langsung. Tapi saya jamin tutorial ini dapat digunakan untuk menembak sinyal hotspot maupun wifiid menggunakan Mikrotik.

Oke, selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)