Tutorial Mikrotik: Cisco
Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cisco. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

Menggabungkan RB Mikrotik dan AP Cisco

Selamat malam Mikrotikers!

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai
bagaimana cara meng-combine Router sejuta umat yaitu Mikrotik dengan
access point dari Vendor Cisco yang bernama Aironet hmmmmm.....
Baru pertama kali megang kek gini ^_^

okay langsung saja kita akan menjelaskan sedikit mengenai Access Point (AP) Aironet dari Cisco tersebut

Perkenalan dengan Cisco Access-Point Aironet
Didalam Cisco Aironet ada 2 mode untuk pengoperasionalnya, yaitu

1. Leighweight Access Point (LAP), didalam LAP untuk pengoperasionalnya menggunakan Controller untuk sentralisasi manajemen AP yang di sebut dengan WLC
2. Autonomous Access Point (AAP) atau terkadang sih disebut dengan istilah "Standalone"  ^_^, didalam AAP tidak dibutuhkan Controller, jadi tiap AP memiliki manajemen masing-masing

Untuk  menjadikan Access Point menjadi AAP kita membutuhkan IOS khusus yang mendukung AP tersebut.
karena pada AP Aironet terdapat 2 mode operasional sebagaimana yang telah saya paparkan sebelumnya,

1. IOS yang mendukung LAP di penamaan IOS ada kode W8
2. IOS yang mendukung AAP di penamaan IOS ada kode W7

Untuk lebih detailnya silahkan merujuk ke Link Ini


Untuk topology yang akan kita pratikkan kali ini yaitu Mode Operasional AAP dan bentuk dari topologynya sebagai berikut :



Langkah yang dilakukan pada Mikrotik GW
1. Disini saya menggunakan RB CCR1016-12G, Saya asumsikan bahwa Router GW telah terhubung ke Internet.


2. Membuat DHCP Server




Langkah yang dilakukan pada Cisco Aironet
1. Saya asumsikan AP Aironet telah menjadi standalone
    Config awal menggunakan Console untuk memberikan IP Address pada AP tersebut.
    Biasanya password default dari Aironet tersebut adalaha "Cisco"
 

   Pada Show version dapat dilihat bahwa IOS yang kami gunakan adalah versi /ap3g1-k9w7-        xx.153-3.JAB

- Menambahkan IP Address, dan pastikan statusnya UP   

- Selanjutnya kita akan melakukan Configurasi melalu Web base dengan menggunakan IP Address 192.168.0.253 yang telah di tambahkan pada AP tersebut.



Username : (Kosong)
Password : Cisco
Setelah Login

- Easy Setup   >  Network Configuration
- Tambahkan Default Gateway > Apply

- Disini saya menggunakan Cisco Aironet seri AIR-CAP3502E-C-K9 dual Band, oleh sebab itu saya akan meng aktifkan ke dua wireless tersebut

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel2ghz

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel5ghz

Seharusnya Kedua SSID yang telah kita tambahkan terdapat pada list tersebut


- Selanjutnya kembali ke tab Home > Radio0-802.11N 2.4Ghz > Setting > enable > apply

- Lakukan hal yang sama terhadap "Radio0-802.11N 5Ghz"



Note  : Jika pada saat apply tidak mendapat respone dari AP
            Lakukan proses Reboot atau Logout
            Setelah itu Login kembali 


- Pastikan semua berwarna hijau yang artinya AP 2Ghz dan 5Ghz telah aktif



- Untuk mengetahui apakah AP yang telah kita buat berhasil, saya sendiri telah menyediakan jenis Antena external yang mendukung dual band.


Terdapat dua SSID dengan dua Freq. yang berbeda


Menggunakan freq. 2Ghz


Menggunakan freq. 5Ghz


- Okay sekian dari saya

Thanks a lot. ^_^

"Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya - Ali bin Abi Thalib"



Jumat, 18 November 2016

Cara Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik

Membuat Trunk dan VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik kali ini, menyembung artikel sebelumnya tentang Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.
Untuk menyambungkan Trunk & VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik sebenarnya sangat simpel dan mirip dengan membuat Trunk & VLAN dari Mikrotik ke Cisco.

Tutorial Mikrotik kali ini lebih membahas tentang Mikrotik yang menerina Trunk VLAN dari Switch Cisco dan menyalurkan nya ke client melalui port ether Mikrotik dengan memanfaatkan Bridge VLAN dan ether nya. 

 Cara Setting Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik

 1. Pastikan Setting Trunk dan VLAN di Cisco sudah di config dengan benar. Contoh nya seperti gambar berikut :

Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

2. Download Winbox Mikrotik --> Buka Winbox, buat interface VLAN nya, seperti pada artikel sebelumnya Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.

3. Buat interface Bridge untuk tiap VLAN.

Bridge VLAN 10

Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

Bridge VLAN 20
 
Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

4. Masuk ke tab Port --> Tambahkan Port VLAN dan ether yang sesuai ke bridge nya masing-masing.
Misalnya seperti gambar berikut :

Menambahkan Port Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik
Jadi intinya kita tambahkan VLAN 10 dan ether yang ke PC ke bridge VLAN 10, dan begitu juga dengan VLAN 20 nya.

5. Hasil Setting Mikrotik nya adalah seperti ini :
 
Membuat Trunk & VLAN Cisco ke Mikrotik

6. Sekarang kita coba ping dari client ke Switch Cisco. Ping sukses tanpa RTO.
 
Cara Membuat Trunk & VLAN Cisco ke Mikrotik

Sekarang kita sudah bisa melakukan Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik. Tutorial Mikrotik ini hanya contoh yang sangat sederhana, yang penting paham dulu. Nantinya kita bisa kembangkan untuk jaringan yang lebih besar dan kompleks.

Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch

Membuat Trunk dan VLAN di Mikrotik untuk dikoneksikan ke Switch Cisco akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik kali ini. Pertanyaannya, Bisakah membuat VLAN dan Trunk pada Mikrotik dan Cisco? Jawabannya jelas bisa, karena VLAN dan Trunk ini adalah teknologi yang universal jadi bisa berjalan di semua perangkat jaringan walaupun beda merk. VLAN Menggunakan standar IEEE 802.1Q. Komite IEEE membuat standar metode VLAN multiplexing ini untuk memberikan dukungan VLAN multivendor.

Trunk dan VLAN dapat membantu kita ketika harus melewatkan banyak segment jaringan sementara jalur yang tersedia terbatas. Pada artikel mikrotik kali ini akan saya contohkan ada segment jaringan yang ingin dilewatkan sementara jalur (kabel LAN) nya hanya ada satu. Jadi untuk mengatasinya kita bisa menggunakan VLAN dan Trunk 1 port di Mikrotik.

  
Topologi nya sengaja saya buat sangat sederhana supaya lebih mudah dipahami. Jika sudah paham, bisa kita kembangkan ke topologi yang lebih besar dan kompleks.

Pada gambar topologi di atas, Router Mikrotik RB450G akan melewatkan dua buah segment jaringan yang berbeda melewati satu kabel LAN ke Switch Cisco 2960 melalui port ether1 RB450G menuju interface f0/1 Cisco 2960.
VLAN 10 : 192.168.10.1/24
VLAN 20 : 192.168.20.1/24

VLAN tersebut akan disambungkan ke client yaitu PC dan laptop dengan IP address :
PC : 192.168.10.2
Laptop : 192.168.20.2

Setting Mikrotik untuk VLAN dan Trunk ke Cisco Switch

1. Buka Winbox Mikrotik. Buat Interface VLAN di Mikrotik. Masuk ke menu Interfaces --> Klik tanda + pilih VLAN --> Beru nama VLAN --> Tentukan VLAN ID nya --> Pada kolom Interface pilih interface yang akan dijadikan Trunk port nya. Disini saya contohkan menggunakan ether1 sebagai Trunk port.

Buat VLAN 10


Buat VLAN 20


 2. Berikan IP Address untuk masing-masing interface VLAN yang sudah dibuat.


3. Setting Switch Cisco nya. Disini saya contohkan interface f0/1 sebagai Trunk, f0/2 sebagai VLAN 10, f0/3 sebagai VLAN 20.
Saya anggap Anda sudah bisa setting Switch Cisco nya, jadi config nya tidak akan saya bahas disini.
 

4. Setting IP Address di Client (PC dan Laptop nya). Jika sudah, silakan coba ping ke router dan antar client. Jika settingan benar, maka ping akan berhasil. Jika setingan sudah benar tapi ping masih RTO, pastikan firewall windows nya sudah di disable.

Sampai disini kita sudah bisa setting Mikrotik untuk VLAN dan Trunk ke Cisco. Bagaimana jika sebaliknya Mikrotik yang menerima Trunk dan VLAN dari Cisco? Baca Tutorial Mikrotik selanjutnya disini :
Cara Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik


Senin, 09 Maret 2015

Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard Menggunakan GNS3 Simulator

Pernahkah anda belajar jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer? Jika pernah, mungkin anda merasa dimudahkan dengan fitur-fitur nya dimana kita bisa membuat sendiri topologi jaringan yang kita inginkan dengan hanya "drag and drop". Namun sayangnya aplikasi tersebut hanya bisa menggunakan Cisco, tidak bisa digunakan dengan Mikrotik. Nah, pertanyaannya adakah Mikrotik Packet Tracer? Jawabannya, belum ada :D.

Kabar baiknya, Mikrotik packet tracer bisa kita wujudkan dan implementasikan dengan menggunakan aplikasi GNS3. GNS3 (Graphic Network Simulator) adalah software simulasi jaringan komputer berbasis GUI yang mirip dengan Cisco Packet Tracer. 


Pada GNS3 memungkinkan simulasi jaringan yang komplek, karena menggunakan operating system asli dari perangkat jaringan seperti cisco, juniper, Mikrotik, dll. Sehingga kita berada pada kondisi lebih nyata dalam mengkonfigurasi router langsung daripada di Cisco Packet Tracer. Yang lebih hebatnya lagi, simulasi jaringan yang kita buat dapat dikoneksikan ke jaringan nyata, jadi seperti belajar di lab virtual.



Namun, untuk bisa menggunakan GNS3 dengan Cisco maupun Mikrotik, kita harus menyediakan sendiri file image IOS maupun RouterOS nya yang akan di running pada Qemu atau VirtualBox. Oleh karena itu kita juga harus menyediakan lisensi dari file image tersebut.

Oke, pada artikel kali ini saya akan membahas tentang Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard Menggunakan GNS3. Pada dasarnya untuk dapat memasukkan Mikrotik ke GNS3 kita harus menginstall dulu RouterOS di salah satu software Virtual Machine, yaitu Qemu atau VirtualBox. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut perbandingan software Virtual machine untuk GNS3 :


Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa Qemu lebih unggul dari semua software VM yang ada. Namun, untuk instalasi dan penggunaan nya lebih rumit dari lainnya. Sedangkan Virtualbox untuk instalasi dan penggunaannya lebih mudah, namun lebih banyak memakan memori dan 1 image OS hanya dapat digunakan untuk 1 router saja, jadi jika ingin menggunakan 5 router ya install 5 image OS di VirtualBox.

Nah, untuk selanjutnya akan kita bahas penggunaan Mikrotik di GNS3 menggunakan Qemu dan VirtualBox :

1. Cara Install dan Setting Mikrotik di GNS3 menggunakan VirtualBox


Referensi :
http://ilmukomputer.org/2013/01/29/gns3/
www.slideshare.net/ropix/mikrotik-network-simulator-mum-presentation-material-2013