Tutorial Mikrotik: RouterOS
Tampilkan postingan dengan label RouterOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RouterOS. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juni 2017

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk

Install Mikrotik di USB Flashdisk? Emang bisa? Mungkin pertanyaan itu yang muncul di benak Anda ketika membaca judul Tutorial Mikrotik ini. Karena memang biasanya Mikrotik itu diinstall di PC menggunakan media CD/DVD atau DOM installer. Mungkin ada juga yang beranggapan kalau judul di atas maksudnya install Mikrotik dari USB Flashdisk sebagai media instalasi. Tetapi bukan demikian.

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk ini benar-benar membahas tentang cara instalasi Mikrotik RouterOS ke dalam USB FlashDisk. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan software NetInstall Mikrotik.

Jadi diharapkan, file instalasi yang ditanam pada USB FlashDisk ini dapat dijakankan di PC/Laptop yang support booting via USB Drive. Bentuknya jadi semacam Live CD Mikrotik yang bisa dipakai tanpa perlu di install berkali-kali, cukup sekali instalasi.

Oke kita langsung saja mulai! 

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk.

1. Sediakan USB FlashDisk

Silakan cari USB FlashDisk yang masih bisa digunakan dan untuk kapasitas nya terserah, mau 2 GB atau 8 GB tidak masalah. Kapasitas FlashDisk ini nantinya yang menjadi hdd disk pada Mikrotik.

2. Download File Installer RouterOS x86 ISO

Masuk ke download page mikrotik.com/download scroll ke bagian x86, pilih installer CD Image dengan extensi .iso.

3. Download Software Installer NetInstall

Masih di halaman download yang sama, scroll ke bawah lagi, pilih NetInstall.

4. Extract Software NetInstall Mikrotik

Anda bisa extract dulu file zip NetInstall nya atau bisa langsung dibuka. 

5. Format USB Flashdisk dengan sistem FAT32

Format dulu USB FD nya. Pastika tidak ada data penting di dalam nya.

6. Proses Penyalinan File RouterOS ke Flashdisk

Untuk step 6 dan selanjutnya silakan lihat Video Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk nya disini supaya lebih jelas :


Sabtu, 24 September 2016

Cara Upgrade Mikrotik Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude

Upgrade Mikrotik ke versi RouterOS terbaru merupakan hal yang cukup penting, karena dengan melakukan upgrade Mikrotik itu, ada banyak manfaat yang akan kita terima. Pada versi RouterOS terbaru terdapat beberapa perbaikan (fix) dan kadang ada juga penambahan fitur yang tidak ada pada versi ROS sebelumnya.

Untuk bisa melakukan upgrade versi RouterOS ke versi terbaru pada Mikrotik Anda, silakan baca Tutorial Mikrotik sebelumnya :

Kalau Mikrotik yang kita ingin upgrade hanya 1 atau 2 biji mah gampang aja ya. Gimana kalau Mikrotik yang ingin di upgrade ada puluhan dan lokasi nya berjauhan?
Masa iya harus upgrade satu per satu? Capek deh... :D
Nah, pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini akan kita bahas Cara Upgrade Mikrotik secara Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude Network Monitor. 

Cara Membuat Network Map pada Aplikasi The Dude
Network Map Bali pada Aplikasi The Dude Network Monitor

Sudah tau The Dude kan? Kalau belum, baca dulu Artikel disini ya : 

Jadi sebelum mulai, pastikan perangkat Mikrotik Anda sudah dimasukkan ke Network Map di Aplikasi The Dude ini ya. 

Contoh Network Map pada Aplikasi The Dude
Contoh Network Map The Dude

Contoh nya seperti Gambar di atas, dan caranya bisa baca artikel di link sebelumnya.

Setelah Network Map dibuat, perangkat Mikrotik Anda sudah bisa Anda monitor melalui Aplikasi The Dude ini. Kemudian kita akan coba manfaatkan salah satu fitur dari The Dude, yaitu Mass Upgrade untuk melakukan Upgrade/Update Massal Mikrotik RouterOS.

Sebelumnya, pastikan dulu Mikrotik yang Anda masukkan ke Network Map sudah bisa di remote langsung dari The Dude. Caranya, dobel klik perangkat nya di network map, pastikan Username dan Password sudah diisi dengan benar, dan opsi RouterOS di centang.

Cara menambahkan Mikrotik pada The Dude
Pastikan Data login Mikrotik sudah benar dan opsi RouterOS di centang
Untuk memeriksa apakah data login Mikrotik nya sudah benar, silakan masuk ke menu Devices --> Masuk ke Tab RouterOS --> Device. Lihat pada kolom Status :

Cara Upgrade Masal Mikotik
Cek Status pada Perangkat yang akan di Upgrade
  • Jika muncul tanda silang merah dan Status failed, berarti perangkat tersebut tidak bisa diakses oleh The Dude (tidak bisa di ping). 
  • Jika muncul tanda minus biru dan Status auth failed, berarti perangkat bisa diakses tetapi data login salah. 
  • Jika muncul tanda Centang biru dan Status ok, berarti data sudah benar dan tidak ada masalah
Jadi, pastikan perangkat nya centang biru dan status ok ya.

Selanjutnya, silakan download package RouterOS terbaru di website mikrotik.com sesuai dengan tipe Mikrotik yang akan Anda upgrade (file .npk).

Masuk ke menu Files --> Tab Packages --> klik icon plus merah --> pilih package yang sudah Anda download (file .npk) --> Open. Jika ada tipe mikrotik yang berbeda, misal tipe x86 dan mipsbe, silakan masukkan juga package keduanya.

Upload RouterOS Package (file .npk) pada The Dude

Sekarang sudah bisa kita mulai proses upgrade massal mikrotik nya. Silakan kembali ke menu Devices --> RouterOS --> Device. Pilih perangkat Mikrotik yang akan Anda upgrade (bisa dengan cara klik + shift, atau klik + ctrl) --> Klik kanan --> pilih menu Upgrade --> pilih versi RouterOS nya.
Eksekusi Upgrade Mikrotik secara Masal pada The Dude

The Dude akan melakukan upload massal ke semua perangkat mikrotik yang di upgrade, setelah itu baru Mikrotik melakukan proses upgrade RouterOS nya. Proses ini bisa berlangsung beberapa menit, tunggu saja ya. Akan ada status proses upgrade nya kok di kolom Upgrade Status.

Jika proses upgrade sudah selesai, cek kolom Version. Pastikan versi ROS nya sudah sama seperti package yang kita upload tadi. Jika belum, berarti upgrade nya belum berhasil. Kadang memang ada beberapa perangkat yang tidak bisa dilakukan upgrade secara masal, seperti gambar berikut ini :

Hasil Upgrade Masal Mikrotik pada The Dude

Dari gambar di atas, ada beberapa perangkat yang versinya masih belum berubah, dan ada pesan error pada kolom Upgrade Status. Kalau sudah begini, mau gak mau harus upgrade manual :D

Setelah upgrade masal ini sempat ada masalah yang saya temukan, yaitu Mikrotik nya bekerja dengan normal, tapi gak bisa di remote baik via IP Address maupun MAC Address. Solusinya gampang, tinggal restart aja Mikrotik nya (cabut power, colok lagi) beres deh. Dari puluhan Mikrotik yang saya upgrade masal hanya satu aja yang error gini. Mungkin dia mulai lelah.. hehe

Sekian dulu Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini tentang Cara Upgrade Mikrotik Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude. Semoga bermanfaat :)


Rabu, 27 Juli 2016

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Bagaimana cara upgrade/update RouterOS Mikrotik ke versi terbaru? Pertanyaan ini akan kita bahas pada artikel kali ini. Untuk melakukan upgrade versi RouterOS Mikrotik dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari cara manual hingga semi otomatis.

Cara Upgrade Mikrotik RouterOS secara manual sudah pernah saya bahas pada artikel berikut ini :
Untuk cara upgrade mikrotik secara semi otomatis, akan kita bahas pada artikel ini.

Namun sebelumnya, pastikan dulu Perangkat Mikrotik Anda sudah bisa konek ke Internet. Karena kita butuh akses internet untuk download Paket RouterOS terbaru langsung ke Mikrotik nya. Silakan baca artikel berikut :
Cara Mengkoneksikan Mikrotik ke Internet

Cara melakukan update/upgrade Mikrotik RouterOS secara semi otomatis sangatlah mudah. Hal ini bisa kita lakukan via Winbox Mikrotik dengan mengakses menu System --> Packages.

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Akan muncul tampilan paket RouterOS yang digunakan beserta versi nya. Kemudian klik Check For Updates.

Cek pada kolom Installed Version dan Latest Version apakah ada perbedaan versi.

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Jika ada silakan klik Download & Install.

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Tunggu hingga proses download selesai. Selanjutnya Mikrotik akan melakukan upgrade secara otomatis dan reboot otomatis. Setelah reboot, pastikan paket upgrade nya sudah terinstall semua.

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Oke, demikianlah Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS Semi Otomatis via Winbox. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)

Rabu, 15 Juni 2016

Cara Memperbaiki Mikrotik yang Sering NgeHang dengan NetInstall

Tutorial Cara NetInstall Mikrotik RB750 & RB751 yang sering ngehang karena software RouterOS nya bermasalah. Itulah topik yang akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini. RouterBoard Mikrotik memiliki arsitektur yang mirip dengan Komputer, dimana tak hanya memiliki Hardware (Perangkat Keras) saja, tetapi juga membutuhkan Software (Perangkat Lunak), dalam hal ini Operating System (Sistem Operasi).

Untuk dapat berfungsi dengan baik, RouterBoard Mikrotik membutuhkan Sistem Operasi yakni RouterOS yang memiliki berbagai macam fitur. Seiring dengan berjalannya waktu, perangkat Mikrotik juga dapat mengalami kejenuhan dalam bekerja, hal ini diakibatkan oleh banyak faktor. Maksud kejenuhan disini adalah perangkat Mikrotik tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, kadang ngehang atau sering minta di reset.

Jika masalah tersebut yang terjadi, bukan berarti perangkat Mikrotik Anda sudah mulai rusak. Hal ini bisa terjadi karena ada masalah pada Sistem Operasi RouterOS nya. Sama halnya seperti komputer/laptop jika sudah bertahun-tahun digunakan bisa saja OS nya mulai bermasalah dan minta install ulang. 


Kasus yang saya alami adalah pada Mikrotik RB751ui-2HnD sulit sekali di remote, baik via Winbox, Telnet, maupun SSH. Kalaupun berhasil di-remote proses loading (respon) nya sangat lama. Setelah saya cek ternyata CPU usage nya manteng di 100%, tapi setelah saya cek di menu Tool --> Profile seperti pada artikel ini Cara Mengetahui Proses yang Menyebabkan CPU Usage Tinggi di Mikrotik, isi menu Profile tidak muncul dan juga isi menu-menu lainnya tidak muncul. Hal ini menyebabkan RouterBoard nge-hang dan restart sendiri beberapa kali.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut saya akan bahas Cara Memperbaiki Mikrotik yang Sering NgeHang dengan NetInstall. Dalam kasus ini saya coba gunakan Mikrotik RB7XX Series (RB 750, RB751, dll).

Sudah tau kan apa itu NetInstall? Kalau belum silakan baca artikel yang pernah saya tulis disini : Tutorial Cara Install Mikrotik dengan Netinstall.

Langkah-langkah cara NetInstall Mikrotik RB750 sama seperti pada artikel tersebut. Silakan ikuti langkah-langkah NetInstall nya hingga selesai. 

Jika sudah selesai silakan login ke Mikrotik via Winbox, kemudian konfigurasi ulang Mikrotik seperti sebelumnya. Saya sarankan untuk tidak me-restore backup konfigurasi sebelumnya, melainkan konfig ulang dari awal agar konfig yang membuat RouterOS bermasalah tidak masuk lagi.

Setelah Mikrotik RB751ui-2HnD saya konfig ulang, hasilnya remote lancar, dan semua menu muncul isinya, serta CPU Load tidak terlalu tinggi.

Sebelum nya, saya juga pernah melakukan NetInstall pada Mikrotik RB433 yang sudah dianggap rusak, karena sudah tidak bisa di remote dan di hard reset pun tidak bisa. 


Setelah melalui proses netinstall, RB433 ini bisa bekerja kembali dengan normal tanpa ada masalah lagi.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video tutorial mikrotik berikut ini :
Cara Memperbaiki Mikrotik Menggunakan Netinstall

Cara Memperbaiki Mikrotik Menggunakan Netinstall

Jika Anda mengalami masalah yang sama pada perangkat Mikrotik Anda, silakan coba lakukan NetInstall. Jika masalah ada pada software nya, maka seharusnya setelah dilakukan netinstall masalah beres. Namun jika masalah ada pada hardware nya, misal port ethernet rusak, dsb, maka NetInstall pun tidak bisa menyelesaikan masalah.

Rabu, 06 April 2016

Cara Mengetahui Proses yang Menyebabkan CPU Usage Tinggi di Mikrotik

CPU (Central Processing Unit) sangat penting perananya pada perangkat yang menggunakan Sistem Operasi. Pada perangkat Mikrotik, CPU sangat berpengaruh pada proses-proses yang dijalankan pada sistem operasi RouterOS. Tinggi rendah nya penggunaan CPU sangat bergantung pada banyak tidaknya proses yang terjadi pada sistem operasi itu sendiri. Penggunaan CPU resource yang tinggi apalagi hingga mendekati 100% terus menerus tentunya akan mengurangi performa dari perangkat Mikrotik itu sendiri.

Jadi disini kita akan bahas cara melihat kenapa kok CPU Usage Mikrotik bisa tinggi mendekati 100% terus. Proses apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem operasi RouterOS nya sehingga menyebabkan CPU usage tinggi. 

Untuk bisa mengetahui penggunaan CPU kita bisa lihat pada winbox di menu System --> Resource. Bisa Anda lihat pada kolom CPU Load.


Nah, sekarang gimana caranya buat mengetahui proses apa aja yang membuat CPU Load Mikrotik nya jadi tinggi? Jawabannya mudah, kita tinggal buka aja menu Tool --> Profile. Untuk Mikrotk dengan CPU Core lebih dari 1, maka kita bisa memilih CPU Core mana yang hendak dilihat proses nya, bisa juga dilihat proses total untuk semua CPU core nya. Berikut tampilan menu profiler nya :


Bisa kita lihat pada gambar di atas ada beberapa proses yang berjalan di Mikrotik, dan kita bisa melihat proses mana yang menyebabkan tingginya beban CPU pada Mikrotik. Proses-proses tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yang disebut Proccess Classifiers. Berikut ini detail Proccess Classifiers dari wiki.mikrotik.com :

  • idle - shows unused CPU. Typically idle=100%-(sum of all process cpu usages).
  • ppp
  • pppoe
  • ppp-compression
  • ppp-mppe
  • ethernet - cpu used by ethernets when sending/receiving packets
  • bridging
  • encrypting - cpu used by packet encryption
  • ipsec - IP security
  • queuing - packet queuing
  • firewall - packet processing in Ip firewall
  • l7-matcher - cpu used by Layer7 matcher.
  • p2p-matcher - Peer-to-peer traffic matcher in ip firewall
  • gre - Gre tunnels
  • eoip - EoIP tunnels
  • m3p - MikroTik Packet Packer Protocol
  • radius
  • ip-pool
  • routing
  • sniffing
  • traffic-accounting
  • traffic-flow
  • console
  • telnet
  • ssh
  • ftp
  • tfpt
  • www
  • dns
  • snmp
  • socks
  • web-proxy
  • winbox
  • metarouter-fs
  • metarouter-net
  • kvm
  • profiling - cpu used by Profiler tool itself
  • btest - bandwidth test tool
  • logging
  • flash - cpu usage when writing to NAND
  • disk - cpu usage when wiring to Disk
  • networking - core packet processing
  • serial
  • usb
  • firewall-mgmt
  • queue-mgmt
  • e-mail
  • fetcher
  • backup
  • graphing
  • health
  • isdn
  • dhcp
  • hotspot
  • radv - IPv6 route advertisement
  • ntp - NTP server/client
  • ldp
  • mpls
  • pim - Multicast routing protocol
  • igmp-proxy
  • bgp
  • ospf
  • rip
  • mme
  • synchronous - cpu usage by synchronous cards
  • gps
  • user-manager
  • wireless
  • dude
  • supout.rif - cpu used by supout.rif file creator.
  • management - RouterOS management processes that do not fall into any other classifier. For example, when routes added to kernel, internal messaging exchange between RouterOS applications, etc.
  • unclassified - any other processes that were not classified.
Dari kasus CPU Load Mikrotik tinggi di atas, proses yang membuat CPU usage tinggi yaitu proses management. Apa itu proses management pada Mikrotik? Kenapa proses management di Mikrotik membuat CPU Load nya tinggi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas dulu apa itu proses management mikrotik.

Menurut wiki.mikrotik.com profile classifier management adalah sebagai berikut :
RouterOS management processes that do not fall into any other classifier. For example, when routes added to kernel, internal messaging exchange between RouterOS applications, etc.
Maksudnya adalah proses manajemen pada RouterOS yang tidak termasuk dalam salah satu dari classifier lainnya. Contohnya, ketika penambahan route pada kernel, pertukaran informasi internal antar aplikasi RouterOS, dll. Yang dimaksud classifier ini adalah proses-proses yang muncul pada menu profile seperti daftar yang disebutkan di atas. Sedangkan pertukaran informasi antar RouterOS bisa berupa SNMP (Simple Network Management Protocol).

Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah protokol standar Internet untuk mengelola perangkat pada jaringan. SNMP dapat digunakan untuk berbagai data grafik. Contoh penggunaan nya pada The Dude dan aplikasi sejenisnya  Agar Mikrotik dapat dikelola, maka SNMP harus diaktifkan.

Dari kasus tersebut memang tersangka nya adalah fitur SNMP pada Mikrotik yang menyebabkan CPU Load Mikrotik nya sangat tinggi. Hal ini dikarenakan Router Mikrotik tersebut dimonitor oleh Aplikasi monitoring jaringan yang menggunakan fitur SNMP, seperti The Dude dan SolarWinds.


Setelah saya coba untuk disable fitur SNMP nya pada aplikasi The Dude, CPU Load Mikrotik mulai turun.


Dari gambar di atas bisa dilihat jika proses management turun drastis setelah fitur SNMP pada the dude dimatikan. Disini yang terlihat tinggi yaitu pada proses idle. Dimana proses idle ini merupakan akumulasi dari CPU yang tidak terpakai yakni 97%, karena penggunaan CPU Load nya hanya 3% saja.

Oke, sampai disini kita sudah bahas tentang Cara Mengetahui CPU Usage Proccess yang Tinggi di Mikrotik beserta permasalahan CPU Load tinggi yang disebabkan oleh proses Management di Mikrotik RouterOS. Untuk proses classifier lain nya tidak perlu saya jelaskan, karena sudah ada penjelasan nya.

Jumat, 04 Maret 2016

Solusi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running

Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? Pertanyaan ini juga ada di benak saya ketika Saya meng-Install Mikrotik x86 pada PC. Sebagai catatan Mikrotik RouterOS x86 adalah versi RouterOS yang khusus di desain untuk PC/Server dengan arsitektur x86 (32 bit). Usai proses instalasi Mikrotik x86 di PC, saya coba cek apakah interface ether nya terbaca atau tidak, mengingat saya pasang juga 2 x 4 port RB44GE. 


Sedikit terkejut ketika melihat status Interface Ethernet Mikrotik nya "R" semua yang mengindikasikan kalau port ethernet nya ada kabel yang nyolok. Padahal PC belum konek ke mana-mana. Jika dilihat pada status detail pada interface nya pun keterangan Rate nya unknown, walaupun state nya Running tapi indikasi no link.



Begini jawabannya :

Secara default, Mikrotik x86 menempatkan konfigurasi pada Ether untuk command disable-running-check pada posisi yes. Hal ini menyebabkan Semua Ether dalam status 'R'. Kenapa? Berikut penjelasan dari wiki.mikrotik.com.
Disable running check. If this value is set to 'no', the router automatically detects whether the NIC is connected with a device in the network or not. Default value is 'yes' because older NICs do not support it. (only applicable to x86)
Pada intinya, command disable-running-check=yes ini sengaja dibuat default, karena tidak semua NIC (Network Interface Card) bisa mendeteksi apakah port ether nya konek ke perangkat lain apa tidak, terutama pada NIC jadul. Namun, untuk perangkat jaman sekarang sepertinya sudah tidak memerlukan hal tersebut.

Nah, udah jelas kan jawabannya?
Sekarang lanjut ke cara mengatasi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
1. Masuk ke Terminal Mikrotik
2. Ganti command disable-running-check=yes ke no. Berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0
itu command untuk ether 1, untuk ether lainnya ganti numbers nya. Jika ether nya banyak, bisa gunakan koma.

Contoh nya untuk ether 1 - ether 10 berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

Hasilnya seperti yang ditunjukkan gambar di atas.
Oke terjawab sudah pertanyaan Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? beserta Solusi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
Semoga bermanfaat :)