Tutorial Mikrotik: Routing
Tampilkan postingan dengan label Routing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Routing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juni 2017

Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat


Apa itu Routing BGP? BGP atau singkatan dari Border Gateway Protocol ini bisa dibilang adalah inti dari protocol-protocol routing yang ada pada internet. Dari sekian banyaknya protokol routing hanya protocol BGP sajalah yang termasuk kedalam Eksterior Gateway Protocol. Routing protocol ini sudah dalam versi-4 yang dimana versi tersebut adalah versi yang digunakan di masa kini.

Routing Protocol BGP ini memiliki keunikan dalam menentukan jalurnya. Karna sebab inilah iya disebut path vector. Ia menentukan jalurnya dengan menggunakan attribute tidak seperti routing protocol lainnya yang menentukan jalurnya dengan metricnya sendiri. Maksud dari path vector adalah ia akan menentukan jalur dengan saling bertukar data dengan informasi jalur yang telah di peer, kecuali pada network yang ditangani oleh router bgp tersebut.

Tidak seperti routing IGP yang akan menentukan jalur dengan memperkenalkan setiap network yang ada pada router itu sediri. Protocol Routing BGP menggunakan protocol TCP untuk mengirimkan BGP Packet yang berisi data-data untuk keperluan protocol ini dalam mengerjakan tugasnya termasuk informasi jalur. Oh iya port 179 adalah port yang digunakan oleh BGP, maka dari itu jangan sampai anda blokir akses port 179 ini pada router yang menjalankan routing BGP :) karena pastinya BGP gak bakalan bisa jalan :>

Apabila kalian sudah paham penjelasan diatas, maka kalian akan tahu kapan BGP digunakan? Jawabanya ya.. saat kalian ingin merouting suatu network yang berada pada Autonomous System yang berbeda dan biasanya ditemui dijaringan ISP (Internet Services Provider).

Mungkin hanya sampai sini saja untuk Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat. Jika ada yang keliru saya mohon maaf dan saran agan selalu dinantikan oleh penulis dalam meningkatkan kwalitas artikel ini dan juga apabila ada pertanyaan jangan dipendam agan dipersilahkan mengisinya di kolom komentar. Semoga Bermanfaat Terima Kasih

Ditulis oleh :

Arief Sofyan, SMK Madinatulquran

Selasa, 03 November 2015

Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

Tutorial Mikrotik kali ini akan membahas tentang OSPF dan konfigurasi dasarnya di Mikrotik, oh ya teman-teman pasti sudah tau kan apa itu OSPF? saya percaya kok namun disini mari kita mengulangnya lagi agar tidak lupa, langsung saja cikibrutt.

Pengertian OSPF

OSPF atau kepanjangan dari Open Shortes Path First adalah protocol routing otomatis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network). Routing ini digunakan untuk topology yang mempunyai banyak router, kebayang gak kalau dalam suatu ISP yang mempunyai banyak client yang menggunakan mikrotik sebagai STA, dia harus menyetting ip route satu persatu, OMG apa lagi kalau se-yang lebih besar lagi, gak kebayang ribetnya. 

Oh iya OSPF ini termasuk kategori Link-sate routing protocol, Link state routing protocol ini menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya. Setiap router merawat map sederhana dari keseluruhan jaringan. Update-update dilakukan via multicast, dan dikirim. Jika terjadi perubahan konfigurasi. OSPF cocok untuk jaringan berskala besar.

Baca lebih lanjut tentang ospf disini atau disini

Maksud dan Tujuan

Ok sekarang maksud dan tujuan, maksud dan tujuan Ospf ini Kita dapat melakukan routing secara otomatis, dua router maupun lebih.

Bahan yang disiapkan

Berikut adalah Tutorial Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik, dalam tutorial ini karena saya tidak mempunyai router sebanyak itu maka saya menggunakan GNS3
  • 4 buah Mikrotik yang sudah terinstall (menggunakan VirtualBox)
  • dan 3 Vpcs
Jika anda belum mengetahuinya bisa pelajari disini

    Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

    Berikut adalah Topologi yang saya gunakan

    pada topologi diatas sudah terdapat keterangan ip dan interfacenya, sekarang mari kita mulai mengkonfigurasinya
    R= ether1=192.168.1.1/24
          ether2=192.168.2.1/24
          ether3=192.168.3.1/24
    R2= ether1=192.168.1.2/24
            ether3=192.168.13.1/24 
    R3= ether1=192.168.2.2/24
            ether3=192.168.14.1/24
    R4= ether1=192.168.3.2/24
            ether2=192.168.12.1/24
    1.mari kita masukkan ip ditiap-tiap router sesuai dengan topology yang sudah ada


    R1= Ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
           ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether3


    R2= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.13.1/24 interface=ether3 


    R3= ip address add address=192.168.2.2/24 interface=ether1
          ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether3


    R4= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.12.1/24 interface=ether2

    2. Kita masukkan perintah ospf nya, masukkan sesuai ip yang tadi kita masukkan di ip address


    R=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
     routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone


    R2=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.13.0/24 area=backbone
    cek dengan "ip route print" maka akan muncul apabila ADo maka itu Active, DHCP, Ospf 


    R3=routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.14.0/24 area=backbone

    R4= routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone
    3. Kita cek tiap-tiap router dengan mengeping router lain, contoh seperti gambar dibawah




    Terimakasih, selamat mencoba, Thanks for your attention 

    Rabu, 28 Mei 2014

    Tutorial Failover 2 Koneksi Internet di Mikrotik

    Teknik Failover adalah suatu teknik jaringan dengan memberikan dua jalur koneksi atau lebih dimana ketika salah satu jalur mati, maka koneksi masih tetap berjalan dengan disokong oleh jalur lainnya. Teknik failover ini cukup penting ketika kita menginginkan adanya koneksi jaringan internet yang handal.

    Tutorial Failover 2 Koneksi Internet di Mikrotik yang akan saya bahas kali ini sedikit spesial, karena bukan seperti failover yang biasanya. Jadi disini saya akan membuat jaringan internet dengan menggunakan 2 koneksi, yaitu koneksi utama menggunakan Fiber Optic dan koneksi cadangan dengan Modem USB. Secara umum topologi jaringannya seperti berikut :



    Teknik failover yang akan saya gunakan kali ini adalah dengan membuat koneksi dari Fiber Optic sebagai Jalur utama dan ketika jalur utama mati (down) maka koneksi akan langsung pindah ke jalur cadangan. Dan jika koneksi utama kembali normal (up) maka koneksi akan kembali pindah ke jalur utama. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Failover biasa yang hanya menggunakan ping check gateway pada Route.

    Untuk menerapkan teknik ini saya menggunakan perpaduan beberapa tools di Mikrotik, yakni Script, Netwatch, dan Check gateway pada Route. Oke langsung saja menuju Tutorial Failover 2 Koneksi Internet di Mikrotik. Disini saya tidak akan membahas caranya dari awal, tapi langsung ke inti cara failover nya. 

    1. Pastikan kedua koneksi internet yang akan anda gunakan sudah berjalan dengan baik di Mikrotik.

    2. Masuk ke System --> Script --> Add. Tambahkan 2 Script Mikrotik berikut :
    Script Failover :
    :if ([/ip route get [/ip route find comment="utama"] disabled]=yes) do={/ip route enable [/ip route find comment="utama"]} else={/ip route disable [/ip route find comment="utama"]}

    Script kembali ke jalur utama :
    :if ([/ip route get [/ip route find comment="utama"] disabled]=yes) do={/ip route enable [/ip route find comment="utama"]}

    3. Buat rule Netwatch. Masuk ke Tools --> Netwatch --> Add. Buat dua rule berikut :
    Netwatch Failover :
    [Tab Host]
    - Host : 8.8.8.8
    - Interval : 00:00:03
    - Timeout : 1000 ms
    [Tab Down]
    On Down : failover (sesuaikan dengan nama script nya)



    Netwatch Kembali ke jalur utama :
    [Tab Host]
    - Host : 8.8.8.8
    - Interval : 00:00:03
    - Timeout : 1000 ms
    [Tab Up]
    On Up: back2main (sesuaikan dengan nama script nya)


    4. Edit tabel routing mikrotik. Masuk ke IP --> Routes. Buat seperti gambar berikut ini :


    Route untuk jalur utama :
    Buat secara manual route untuk jalur utama dengan konfigurasi :
    - Dst Address : 0.0.0.0/0
    - Gateway : ether1 (pilih interface yang terhubung ke jalur utama)
    - Distance : 1
    - Check Gateway : ping
    - Yang paling penting adalah buat comment. Klik menu Comment --> isikan : utama


    Route untuk jalur cadangan :
    Buat secara manual route untuk jalur utama dengan konfigurasi :
    - Dst Address : 0.0.0.0/0
    - Gateway : smartfren (pilih interface yang terhubung ke jalur cadangan)
    - Distance :2
    - Yang paling penting adalah buat comment. Klik menu Comment --> isikan : cadangan

    Route untuk ping netwatch :
    Buat route untuk jalur ping Netwatch dengan konfigurasi :
    - Dst Address : 0.0.0.0/0
    - Gateway : ether1 (pilih interface yang terhubung ke jalur utama)
    - Distance : 1

    5. Konfigurasi sudah selesai. Sekarang coba cek konfigurasi nya sudah bisa berjalan dengan baik apa belum. Caranya dengan lakukan ping ke google, dan coba matikan koneksi jalur utama. Jika konfigurasi benar, maka ping akan timeout untuk beberapa saat kemudian reply lagi yang mengindikasikan kalau failover bekerja. Hidupkan lagi koneksi jalur utama, maka jika konfigurasi benar, koneksi akan langsung berpindah kembali ke jalur utama.

    Untuk lebih jelasnya silakan lihat video Failover Mikrotik berikut ini :
     

    Oke, cukup sekian Tutorial Failover 2 Koneksi Internet di Mikrotik ini. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)